JUDUL 4. SUMBER-SUMBER HUKUM DAGANG   Leave a comment

Sumber hukum dalam bahasa inggris disebut “source of law”. Istilah sumber hukum, pada dasarnya berbeda dengan istilah landasan hukum atau dasar hukum atau payung hukum. Oleh karena itu, yang dimaksud dengan sumber hukum lebih menunjukkan pada pengertian tempat dari mana suatu nilai atau norma tertentu berasal. Adapun yang dimaksud dasar hukum atau landasan hukum adalah norma hukum yang mendasari suatu tindakan atau perbuatan hukum tertentu sehingga dapat dianggap sah dan dibenarkan secara hukum.

Sumber hukum ini dapat diketahui dari Pasal 1 Ketetapan MPR-RI No.III/MPR/2000 yang menyebutkan bahwa (1) Sumber hukum adalah sumber yang dijadikan bahan untuk menyusun peraturan perundang-undangan; (2) sumber hukum terdiri atas sumber hukum tertulis dan sumber hukum tidak tertulis ; (3) sumber hukum dasar nasional adalah (i) Pancasila sebagaimana yang tertulis dalam Pembukaan UUD 1945., dan (ii) batang tubuh (pasal-pasal) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945.

Menurut ilmu hukum, sumber hukum dibagi menjadi dua, yaitu sumber hukum materiil dan sumber hukum formal. Sumber hukum materiil diartikan sebagai sumber sumber yang menentukan isi hukum, sedangkan sumber hukum formal sebagai tempat menemukan hukum.

Sumber hukum dagang menurut para ahli hukum adalah sebagai berikut :

1.     Menurut Purwosutjipto, bahwa hukum dagang terletak dalam lapangan hukum perikatan, yang khusus timbul dari lapangan perusahaan. Perikatan itu ada yang bersumber dari perjanjian dan ada yang bersumber dari undang-undang.

a.     Perikatan yang bersumber dari perjanjian, misalnya pengangkutan, asuransi, jual beli perusahaan, makelar, komisioner, wesel. Cek dan lain lain.

b.     Perikatan yang bersumber dari undang-undang, misalnya tubrukan kapal ( Pasal 534) dan lain lain.

Hukum dagang diatur dalam :

a.     Kitab Undang-undang Huykum Dagang sebagai kodifikasi;

b.     Peraturan-peraturan lain diluar kodifikasi, misalnya :

1.     Staatsblad 1927-262, mengenai pengangkutan dengan kereta api.

2.     Staatsblad 1941-101, mengenai perusahaan pertanggungan jiwa.

3.     Peraturan pemerintah No.36 Tahun 1948 tentang Damri.

2.     Menurut C.S.T Kansil, bahwa hukum dagang di Indonesia terutama bersumber pada :

a.     Hukum tertulis yang dikodifikasikan :

1.     Kitab Undang-Undang Hukum Dagang atau wetboek van Koophandel Indonesia (WvK).

2.     Kitab Undang-Undang Hukum Sipil atau Burgerlijk Wetboek Indonesia (B.W).

b.     Hukum tertulis yang belum dikodifikasikan, yakni peraturan-peraturan khusus yang mengatur tentang hal-hal yang berhubungan dengan perdagangan.

 

3. Menurut A. Ridwan Halim, bahwa ketentuan-ketentuan hukum dagang diatur sebagai berikut :

a.     Di dalam kitab undang-undang hukum dagang atau WvK (Wetboek van Koophandel), termasuk didalmnya peraturan Kepailitan.

b.     Diluar kitab undang-undang hukum dagang sebagai peraturan-peraturan lepas, seperti undang-undang perkeretaapian, undang-undang pengangkutan laut, undang-undang tentang pengangkutan udara, dan sebagainya.

c.      Didalam kebiasaan-kebiasaan, doktrin-doktrin, dan berbagai yurisprudensiyang timbul dan terpelihara dsalam pelaksanaan hukum sehari-hari, baik secara nasional maupun internasional (A. Ridwan Halim, 1985: 267).

Oleh karena itu, dengan berlakunya Undang-Undang RI No.2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian, yang disahkan pada tanggal 11 Februari 1992 maka Ordonantie of ret Levensverzekering bedriff (Staatsblad Tahun 1945 Nomor 101) tidak berlaku lagi.

 

SUMBER : Buku tentang “Hukum Dagang di Indonesia”.

               BAB 1, halaman 39-42.

               Penulis : Pipin Syarifin, S.H., M.H.

                             Dra. Dedah Jubaedah, M.Si.

Posted Maret 11, 2012 by yuyunchelsea in TUGAS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: