BAB 6. POLA MANAJEMEN KOPERASI   Leave a comment

1. Pengertian Manajemen Dan Perangkat Organisasi

v Pengertian Manajemen

manajemen adl penggunaan sumberdaya organisasi utk mencapai sasaran dan kinerja yg tinggi dalam berbagai tipe organisasi profit maupun non profit.

v Pengertian Koperasi

Koperasi adalah perkumpulan orang-orang yang mempunyai kebutuhan dan

kepentingan ekonomi yang sama, yang ingin dipenuhi secara bersama melalui

pembentukan perusahaan bersama yang dikelola dan diawasi secara demokratis.

v Pengertian Manajemen Koperasi

Manajemen koperasi beriandaskan kekeluargaan dan kegotong-royongan yang Iebih dikenal dengan landasan pancasila. Landasan yang demikian diwujudkan pada sifat manajemen koperasi yang bersifat demokrasi.

2. Rapat Anggota

Menurut Pasal 13 :

  1. Rapat Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi.

  2. Rapat Anggota Koperasi dilaksanakan untuk menetapkan :Rapat Anggota dilakukan sekurang-kurangnya sekali dalam 1 (satu) tahun.

    1. Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Perubahan Anggaran Dasar atau Anggaran Rumah Tangga;

    2. kebijaksanaan umum di bidang org4nisasi, manajemen dan usaha koperasi;

    3. pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian Pengurus dan Pengawas;

    4. rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi, serta pengesahan laporan keuangan;

    5. pengesahan pertanggungjawaban Pengurus dalam pelaksanaan tugasnya dan pelaksanaan tugas Pengawas-bila koperasi mengangkat Pengawas tetap;

    6. pembagian sisa hasil usaha;

    7. penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran koperasi.

  3. Rapat Anggota dilakukan sekurang-kurangnya sekali dalam 1 (satu) tahun.

  4. Rapat Anggota dapat dilakukan secara langsung atau melalui perwakilan yang pengaturannya ditentukan dalam Anggaran Rumah Tangga.

  5. Rapat Anggota Koperasi terdiri dari :

    1. Rapat Anggota Tahunan (RAT);

    2. Rapat Anggota Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RARK dan RAPB);

    3. Rapat Anggota Khusus (RA Khusus);

    4. Rapat Anggota Luar Biasa (RALB).

3. Pengurus

Menurut Pasal 21 :

  1. Pengurus Koperasi dipilih dari dan oleh anggota dalam Rapat Anggota.

  2. Persyaratan untuk dapat di pilih menjadi  pengurus sebagai berikut : Pengurus dipilih untuk masa jabatan 4(empat) tahun.

    1. mempunyai kemampuan pengetahuan tentang perkoperasian, kejujuran, loyal dan berdedikasi terhadap koperasi;

    2. mempunyai keterampilan kerja dan wawasan usaha serta semangat kewirausahaan;

    3. sudah menjadi anggota Koperasi sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun kecuali pada saat pendirian koperasi;

    4. antara Pengurus tidak mempunyai hubungan keluarga sedarah dan semenda sampai derajat ketiga;

    5. belum pernah terbukti melakukan tindak pidana apapun,terlibat organisasi terlarang seperti diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

  3. Anggota Pengurus yang telah diangkat dicatat dalam Buku Daftar Pengurus.

  4. Anggota Pengurus yang masa jabatannya telah berakhir dapat dipilih kembali untuk masa jabatan berikutnya, apabila yang bersangkutan berprestasi bagus dalam mengelola koperasi.

  5. Sebelum melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai Pengurus, harus terlebih dahulu mengucapkan sumpah atau janji didepan Rapat Anggota.

  6. Tata cara pemilihan pengangkatan, pemberhentian dan sumpah Pengurus diatur dan ditetapkan*dalam Anggaran Rumah Tangga.

4. Pengawas

Pengawas adalah perangkat organisasi yang mendapat kuasa dari Rapat
Anggota untuk mengawasi pelaksanaan keputusan Rapat Anggota yang
khususnya menyangkut organisasi, kelembagaan, pendidikan, serta penyuluhan. Pengawas dipilth dari, oleh dan untuk anggota. Sebenarnya, tugas pengawas bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan untuk menjaga agar kegiatan yang dilaksanakan oleh koperasi sesuai dengan
keputusan Rapat Anggota. Apabila menemukan kesalahan, maka pengawas perlu mendiskusikanya bersama pengurus untuk kemudian diambil tindakan.
Setelah itu, basil pengawasan dilaporkan kepada Rapat Anggota.

5. Manajer

Koperasi yang sudah maju pada dasarnya memerlukan tenaga manajer yang profesional untuk menjalankan kegiatan usahanya. Peranan manajer dikaitkan dengan volume usaha, modal kerja dan fasilitas yang diatur oleh pengurus. Besar kecilnya volume usaha merupakan batasan dan ukuran perlu tidaknya diangkat seorang manajer. Untuk koperasi yang kegiatan usahanya cukup besar dan komplek perlu mengangkat banyak manajer. Sedangkan bagi koperasi yang masih sederhana kegiatannya maka cukup penguruslah yang sekaligus bertindak sebagai manajer.

Rencana pengangkatan pengelola / manajer koperasi harus diajukan dalam rapat anggota untuk mendapat persetujuan. Dalam hal ini perlu ditegaskan bahwa yang dimintakan persetujuan adalah rencana pengangkatan pengelola / manajer usaha. Sedangkan pemilihan dan pengangkatannya dilaksanakan oleh pengurus koperasi.

Pengurus bertanggung jawab penuh dan harus memahami keinginan para anggota dan merumuskannya dalam suatu kebijakan. Pengurus boleh memberikan arahan-arahan kegiatan, sedangkan pelaksanaan detilnya harus diserahkan kepada manajer. Manajer profesional dan mampu menggunakan dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia yang berada dalam kewenangannya.

SUMBER :

http://id.shvoong.com/business-management/entrepreneurship/2223180-pengertian-manajemen-koperasi/

http://kodemas.com/id/node/9

http://kodemas.com/id/node/10

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/manajer-koperasi/

Posted Desember 30, 2011 by yuyunchelsea in TUGAS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: